(Oleh: Brigitta Innes)

Menjadi anak pembawa bendera (flag bearer) di ajang sebesar Piala Dunia 2026 pasti jadi impian jutaan anak di dunia. Bayangkan, bisa berdiri di tengah lapangan megah, berjarak hanya beberapa jengkal dari megabintang sepak bola, dan ditonton oleh miliaran pasang mata di seluruh planet bumi. Itu… kebanggaan banget, nggak, sih?
Tetapi, di balik senyum lebar dan momen magis tersebut, ada tanggung jawab yang sangat besar. FIFA terkenal sebagai organisasi yang sangat detail dan disiplin. Di balik layar, anak-anak terpilih ini harus mematuhi serangkaian aturan super ketat yang tidak boleh dilanggar barang sedetik pun saat berada di lapangan.
Mau tahu apa saja aturan ketat yang harus mereka patuhi? Yuk, kita bedah satu per satu!
- Wajib Ikut Gladi Bersih Berjam-jam Sebelum Laga
Momen membawa bendera di lapangan mungkin hanya berlangsung sekitar 5 hingga 10 menit sebelum kick-off. Tapi, persiapan untuk momen singkat itu makan waktu berjam-jam. Anak-anak pembawa bendera wajib datang ke stadion sekitar 5 jam sebelum pertandingan dimulai.
Mereka harus mengikuti sesi pengarahan (briefing) dan gladi bersih (rehearsal) berkali-kali di lapangan. FIFA mengatur secara detail tentang:
- Kecepatan berjalan.
- Jarak antar-anak saat berbaris.
- Cara memegang sudut bendera agar tetap terbentang sempurna tanpa kerutan.
Semua gerakan ini harus sinkron secara matematis dengan ketukan musik atau lagu kebangsaan yang diputar.
- Larangan Total Membawa Gadget dan Kamera
Ini adalah aturan yang paling berat bagi generasi z dan alpha. Begitu memasuki area stadion dan terowongan pemain (tunnel), anak-anak dilarang keras membawa atau menggunakan ponsel, kamera, atau perangkat elektronik apa pun.
Meskipun mereka berada sangat dekat dengan idola seperti Lionel Messi atau para bintang muda lainnya, mereka tidak boleh meminta selfie atau merekam video sendiri. Semua dokumentasi murni dilakukan oleh fotografer resmi FIFA. Aturan ini dibuat agar konsentrasi anak-anak tidak terpecah dan kesakralan upacara pembukaan tetap terjaga.
- Aturan Seragam dan “Zero Commercial”
Semua anak pembawa bendera akan diberikan seragam khusus oleh FIFA dan pihak sponsor resmi.
Aturan dalam berpakaian ini sangat kaku, misalnya:
- Pakaian harus dikenakan persis seperti yang diinstruksikan.
- Tidak boleh memakai aksesoris pribadi yang mencolok (gelang, kalung, topi non-FIFA).
- Dilarang keras menampilkan logo atau merek lain yang tidak bekerja sama dengan FIFA. Bahkan sepatu olahraga yang mereka gunakan terkadang harus bebas dari logo kompetitor pihak sponsor.
- Dilarang Bergosip, Makan, atau “Nongkrong” di Area Terowongan Pemain
Terowongan pemain (player’s tunnel) adalah area steril yang sangat krusial. Anak-anak yang sedang menunggu giliran masuk ke lapangan dilarang keras mondar-mandir tanpa tujuan (loitering) di depan ruang ganti pemain.
Mereka juga dilarang mengobrol dengan suara keras atau bergosip dengan sesama pembawa bendera. Selain itu, tidak boleh ada aktivitas makan atau minum di area lapangan maupun di terowongan. Jika ingin minum, mereka hanya diizinkan meminum air mineral yang diletakkan di bawah kursi khusus yang sudah disediakan oleh panitia.
- Tetap Profesional dan “Freeze” Saat Kamera Menyorot
Ketika lagu kebangsaan dikumandangkan dan bendera raksasa dibentangkan, anak-anak harus menjaga postur tubuh mereka dengan sempurna. Mereka dilarang melambaikan tangan ke arah kamera, melompat kegirangan, atau mendadak menangis karena gugup. Mereka harus berdiri tegak, tersenyum alami, dan fokus pada tugas mereka memegang bendera hingga upacara selesai dan diperintahkan untuk meninggalkan lapangan secara teratur.
Menjadi bagian dari Piala Dunia 2026 memang sebuah kehormatan, tetapi kedisiplinan tinggi menjadi syarat utama. Aturan ini diterapkan agar siaran yang disaksikan miliaran orang di seluruh dunia dapat berjalan lancar dan profesional.
Bagaimana, tertarik mendaftarkan adik atau anak Anda jadi pembawa bendera di turnamen berikutnya? (BI)
