Anak Terpapar Abu Vulkanik? Ini Pertolongan Awal yang Bisa Dilakukan di Rumah

Abu vulkanik dapat mengiritasi mata, kulit, dan saluran pernapasan. World Health Organization (WHO) menyebut paparan abu dapat menyebabkan gangguan pernapasan serta iritasi pada mata.

Jika anak terkena abu vulkanik, orang tua dapat melakukan beberapa pertolongan awal sederhana di rumah.

1. Segera Jauhkan Anak dari Paparan Abu

Bawa anak masuk ke ruangan yang lebih bersih dan tutup pintu serta jendela. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan orang yang mulai mengalami keluhan untuk segera menjauh dari area paparan.

Jika pakaian anak banyak terkena abu, International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN) juga menyarankan pakaian luar dilepas sebelum memasuki area rumah yang bersih agar abu tidak ikut terbawa masuk.

2. Jika Abu Masuk ke Mata, Jangan Dikucek

Abu vulkanik memiliki permukaan yang kasar sehingga dapat mengiritasi bahkan menggores permukaan mata.

Jika abu masuk ke mata:

  • jangan biarkan anak menguceknya;
  • bilas mata perlahan menggunakan air bersih;
  • jika menggunakan lensa kontak, lepaskan terlebih dahulu.

3. Bersihkan Abu dari Kulit dan Rambut

Jika abu menempel pada tubuh, bersihkan dengan hati-hati dan bilas menggunakan air.

Hindari menggosok kulit terlalu keras karena abu bersifat abrasif dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, hidung, dan tenggorokan.

4. Jika Anak Batuk atau Tenggorokan Gatal, Istirahatkan

Batuk, hidung berair, tenggorokan sakit, atau rasa tidak nyaman pada dada dapat muncul setelah menghirup abu.

Setelah anak berada di ruangan yang lebih bersih:

  • istirahatkan anak;
  • hindari berlari atau aktivitas berat;
  • pantau apakah keluhannya berkurang.

IVHHN menyarankan anak menghindari permainan berat atau berlari ketika abu masih berada di udara karena napas yang lebih dalam dapat membawa partikel lebih jauh ke dalam paru-paru.

5. Beri Perhatian Lebih pada Anak dengan Asma

Anak dengan asma atau gangguan pernapasan perlu lebih berhati-hati.

CDC menyebut anak dan penderita asma termasuk kelompok yang lebih berisiko mengalami dampak paparan abu. Jika anak memiliki rencana penanganan asma atau obat yang sebelumnya diberikan dokter, ikuti petunjuk tersebut.


Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Pertolongan awal di rumah cukup untuk membantu mengurangi paparan ringan, tetapi segera hubungi tenaga kesehatan jika anak mengalami:

  • sulit bernapas atau napas cepat;
  • sesak atau mengi yang berat;
  • batuk atau gangguan pernapasan yang tidak membaik setelah menjauh dari abu;
  • sakit mata yang berat;
  • mata sulit dibuka;
  • atau penglihatan terganggu.

CDC menyarankan menghubungi tenaga kesehatan apabila gejala tetap berlanjut setelah seseorang menjauh dari paparan.

Yang Terpenting: Hentikan Paparan

Pertolongan pertama setelah terkena abu vulkanik sebenarnya sederhana: jauhkan anak dari abu, bersihkan bagian tubuh yang terkena, jangan mengucek mata, dan pantau kondisinya.

Selama abu masih berada di udara, aktivitas fisik berat di luar ruangan sebaiknya ditunda.

Di Shooter Junior Futsal Club, keselamatan anak selalu menjadi bagian penting dari proses belajar. Ada waktunya anak berlari dan bermain, tetapi ada pula waktunya untuk melindungi diri dan menunggu kondisi kembali aman.

Tetap aktif, tetap sehat, dan selalu utamakan keselamatan anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *