
Anak sudah memakai jersey, sepatu sudah siap, dan sebentar lagi waktunya berangkat latihan futsal. Lalu muncul pertanyaan yang cukup sering dialami orang tua:
“Sebelum latihan, sebaiknya anak makan apa, ya?”
Makan terlalu banyak dan terlalu dekat dengan waktu latihan bisa membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman. Sebaliknya, datang latihan dalam keadaan lapar juga bisa membuat anak kurang nyaman dan kurang berenergi.
Jadi, apa yang sebaiknya diberikan?
Kenapa Makan Sebelum Latihan Penting?
Futsal membuat anak banyak bergerak: berlari, berhenti, berubah arah, menendang, dan kembali berlari. Tubuh tentu membutuhkan energi untuk melakukan semua aktivitas tersebut. Makanan sebelum latihan membantu menyediakan energi agar anak lebih siap beraktivitas. Namun, bukan hanya apa yang dimakan yang perlu diperhatikan, kapan anak makan juga sangat penting.
Jika Super Parents Masih Memiliki Waktu 2–3 Jam Sebelum Latihan
Dengan waktu yang masih cukup panjang, anak dapat makan seperti biasa dengan menu yang seimbang dan porsi yang sesuai kebutuhannya.
Contohnya:
- nasi + ayam/ikan/telur + sayur
- kentang + ayam/ikan/telur + sayur
- pasta dengan lauk berprotein
- nasi + tahu atau tempe + sayur
Karbohidrat seperti nasi, kentang, atau pasta membantu menyediakan energi, sementara lauk berprotein dan makanan bergizi lainnya melengkapi kebutuhan anak. Hindari memberikan porsi yang jauh lebih besar dari biasanya hanya karena anak akan berolahraga.
Tujuannya bukan membuat anak kenyang sekali, tetapi membuatnya cukup berenergi dan nyaman saat bergerak.
Jika Waktu yang Dimiliki Sekitar 1 Jam
Kalau jarak menuju latihan sudah lebih dekat, pilih makanan atau snack yang lebih ringan dan mudah diterima anak.
Beberapa pilihan sederhana antara lain:
- Pisang, praktis dan mengandung karbohidrat sebagai sumber energi.
- Roti, dengan isian sederhana dapat menjadi pilihan snack sebelum latihan.
- Oatmeal dalam porsi kecil, bisa menjadi pilihan jika anak sudah terbiasa mengonsumsinya.
- Buah, buah yang biasa dikonsumsi anak dapat menjadi pilihan ringan sebelum aktivitas.
- Yogurt dengan buah Bisa menjadi alternatif bagi anak yang terbiasa dan nyaman mengonsumsi produk susu sebelum beraktivitas.
Bagaimana Kalau Tinggal 15–30 Menit?
Semakin dekat dengan waktu latihan, sebaiknya jangan memberikan makanan dalam porsi besar. Jika anak mengatakan lapar, sedikit makanan ringan yang familiar—misalnya beberapa potong buah atau sedikit roti—dapat dipertimbangkan sesuai toleransi anak.
Yang perlu dihindari adalah membuat anak berangkat latihan dengan perut terlalu penuh.
Pentingnya Hidrasi
Persiapan latihan bukan hanya soal makanan. Pastikan anak sudah cukup minum sepanjang hari dan jangan menunggu sampai latihan dimulai baru minum banyak sekaligus. Biasakan anak membawa botol minumnya sendiri dan minum secara berkala saat ada kesempatan istirahat.
Untuk aktivitas futsal anak pada umumnya, air putih merupakan pilihan utama untuk menjaga hidrasi. Kebutuhan minuman lain dapat berbeda tergantung durasi, intensitas aktivitas, kondisi lingkungan, dan kebutuhan masing-masing anak.
Apa yang Sebaiknya Dibatasi Tepat Sebelum Latihan?
Menjelang latihan, sebaiknya berhati-hati dengan makanan yang sangat berat, berminyak, atau dalam porsi besar karena pada sebagian anak dapat membuat perut terasa kurang nyaman ketika banyak bergerak. Minuman yang sangat manis juga tidak perlu dijadikan pilihan utama untuk memberikan “energi instan”.
Dan yang tidak kalah penting: jangan mencoba makanan baru tepat sebelum latihan atau pertandingan penting.
Jika belum tahu bagaimana tubuh anak merespons makanan tertentu, lebih aman memilih makanan yang sudah biasa ia konsumsi.
Setiap Anak Bisa Berbeda
Ada anak yang nyaman makan satu jam sebelum latihan. Ada juga yang membutuhkan jarak lebih panjang agar perutnya terasa nyaman. Oleh karena itu, orang tua dapat memperhatikan respons anak. Apakah ia terlihat lapar saat latihan? Apakah justru merasa terlalu kenyang? Apakah pernah mengeluh perut tidak nyaman setelah makan makanan tertentu? Dari sana, orang tua bisa menemukan pola yang paling sesuai.
Untuk anak dengan alergi, kondisi kesehatan tertentu, atau kebutuhan gizi khusus, pilihan makanan sebaiknya disesuaikan dengan arahan tenaga kesehatan yang menangani anak.
Yang Terpenting: Sederhana dan Terencana
Tidak perlu makanan mahal atau menu khusus atlet untuk mempersiapkan anak latihan futsal.
Prinsip sederhananya:
Masih 2–3 jam → makan utama dengan porsi wajar.
Sekitar 1 jam → pilih snack ringan yang familiar.
Sudah sangat dekat → hindari makan besar.
Sepanjang hari → pastikan anak cukup minum.
Dengan persiapan sederhana tersebut, anak bisa datang ke lapangan dengan kondisi yang lebih nyaman dan siap menikmati aktivitasnya.
Karena bagi anak-anak, tujuan utama berolahraga bukan hanya bermain lebih baik.
Mereka juga perlu menikmati setiap proses bergerak, bermain, belajar, dan bertumbuh.
