Anak Suka Futsal? Jangan Lupakan Latihan Kekuatan

Futsal adalah olahraga yang sangat baik untuk anak. Saat bermain, anak berlari, mengubah arah, menjaga keseimbangan, menendang, berhenti mendadak, dan bereaksi terhadap permainan dalam waktu yang sangat cepat. Namun, untuk mendukung semua gerakan tersebut, anak juga membutuhkan fondasi tubuh yang kuat.Karena itu, selain latihan teknik dan bermain futsal, latihan kekuatan juga dapat menjadi bagian penting dalam perkembangan fisik anak.

Apakah Anak Memang Membutuhkan Latihan Kekuatan?

Ya. Bahkan latihan untuk memperkuat otot merupakan bagian dari rekomendasi aktivitas fisik untuk anak.

World Health Organization (WHO) merekomendasikan anak dan remaja usia 5–17 tahun melakukan aktivitas fisik rata-rata sedikitnya 60 menit per hari, dengan aktivitas yang memperkuat otot dan tulang setidaknya 3 kali dalam seminggu.

Sementara itu, American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa latihan kekuatan yang dilakukan secara tepat dapat menjadi bagian dari program olahraga dan kebugaran anak. Latihan tersebut dapat membantu meningkatkan kekuatan dan berbagai aspek kebugaran fisik.

Jadi, latihan kekuatan bukan hanya latihan tambahan untuk atlet profesional. Anak yang aktif berolahraga pun dapat memperoleh manfaat darinya.

Kenapa Penting untuk Anak yang Bermain Futsal?

Dalam futsal, tubuh anak menghadapi berbagai gerakan dalam waktu singkat. Mereka harus berlari, mengerem, berputar, mengubah arah, menendang, melompat, serta menjaga keseimbangan saat berhadapan dengan pemain lain.

Latihan kekuatan yang dapat membantu membangun kemampuan dasar yang mendukung semua gerakan tersebut, antara lain:

  • kekuatan kaki, untuk berlari, menendang, melompat, dan berubah arah;
  • kekuatan otot inti (core), untuk membantu menjaga keseimbangan dan kontrol tubuh;
  • stabilitas tubuh, terutama ketika berhenti, berputar, atau berbenturan ringan saat bermain;
  • kontrol gerakan, sehingga anak lebih mampu melakukan gerakan dengan teknik yang baik;
  • kebugaran otot, yang membantu anak menjalani aktivitas olahraga dengan lebih baik.

AAP juga mencatat bahwa latihan kekuatan dapat digunakan sebagai bagian dari pendekatan untuk meningkatkan performa olahraga dan membantu mengurangi risiko cedera bila dilakukan dengan teknik dan pengawasan yang tepat.

Latihan Kekuatan Bukan Berarti Angkat Beban Berat

Ini yang penting dipahami orang tua. Latihan kekuatan untuk anak bukan berarti meminta anak mengangkat barbel berat atau mengejar beban maksimal seperti orang dewasa.

Latihan dapat dimulai menggunakan berat badan sendiri, misalnya:

  • squat;
  • lunge;
  • plank;
  • bridge;
  • push-up yang dimodifikasi;
  • latihan keseimbangan satu kaki;
  • gerakan melompat dan mendarat;
  • latihan dengan resistance band ringan.

AAP menekankan bahwa anak sebaiknya memulai dengan tahanan atau beban yang ringan dan terlebih dahulu menguasai teknik gerakan sebelum beban ditambahkan secara bertahap.

Dengan kata lain, teknik lebih penting daripada berat bebannya.

Fokusnya Bukan Membentuk Otot Besar

Pada anak, tujuan latihan kekuatan bukan sekadar membuat otot terlihat lebih besar.

Yang ingin dikembangkan adalah:

  • kekuatan dasar;
  • koordinasi;
  • keseimbangan;
  • stabilitas;
  • kontrol tubuh;
  • pola gerakan yang baik.

Semua kemampuan tersebut merupakan fondasi penting bagi anak yang aktif berolahraga.

Latihan Harus Aman dan Menyenangkan

Latihan kekuatan pada anak sebaiknya tetap terasa seperti bagian dari aktivitas bermain.

Pelatih atau orang tua bisa membuat latihan menjadi sederhana dan menarik, misalnya:

“Siapa yang bisa squat dengan posisi paling rapi?”

atau

“Siapa yang bisa menjaga keseimbangan satu kaki selama 10 detik?”

Prinsip dasarnya:

  • gunakan gerakan sesuai usia;
  • mulai dari tingkat yang sederhana;
  • utamakan teknik;
  • tingkatkan kesulitan secara bertahap;
  • jangan mengejar beban maksimal;
  • pastikan ada pengawasan yang baik.

AAP secara khusus menekankan pentingnya teknik yang benar dan supervisi dalam latihan kekuatan anak dan remaja.

Futsal Melatih Permainan, Latihan Kekuatan Membangun Fondasinya

Latihan futsal membantu anak mengembangkan teknik bermain, kecepatan, kelincahan, koordinasi, dan kemampuan mengambil keputusan. Sementara itu, latihan kekuatan membantu membangun fondasi fisik agar tubuh mampu mendukung berbagai kemampuan tersebut. Keduanya bukan untuk saling menggantikan.

Justru, jika dilakukan sesuai usia dan kebutuhan anak, keduanya dapat saling melengkapi.

Karena tujuan latihan anak bukan sekadar membuat mereka bermain lebih baik hari ini, tetapi juga membantu mereka menjadi anak yang kuat, aktif, dan memiliki kemampuan gerak yang baik untuk jangka panjang.

Pemain yang baik bukan hanya sering bermain bola. Ia juga membangun tubuh yang siap untuk bergerak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *